wpjGawu9aRgpfO9fHzvWgmM9wYE Berita Iptek: Cara burung terbang

Minggu, 31 Agustus 2008

Cara burung terbang


Burung elang Peregrine merupakan burung yang mempunyai kemampuan terbang tercepat. Bagaimana tidak burung ini mampu terbang 100 mil/jam, bila burung ini melipat sayapnya dan terbang menukik kecepatan terbangnya meningkat menjadi dua kali lipat kira- kira 200 mil/jam.


Untuk bisa terbang tentu burung memiliki segudang peralatan persis seperti pesawat terbang, yang mempunyai sayap, sistem kemudi, tenaga, maupun rangka yang kuat agar tidak rontok di udara. Bagaimana cara burung ini terbang sehingga mampu mengahasilkan kecepatan yang luar biasa, berikut ulasannya.

Burung

Burung merupakan binatang bertulang belakang (vetrebarata) yang berkembang biak dengan bertelur. Hampir seluruh tubuhnya berbulu, tapi ada juga yang botak sebagian seperti burung pemakan bangkai. Suhu tubuh burung antara 38 - 45 derajat Celcius. Didunia ini terdapat kira-kira 8.600 spesies burung.

Karakter fisik burung

Burung umumnya mempunyai kemiripan yaitu memiliki bulu, sayap, cakar, paruh dan tubuh yang kuat untuk terbang maupun berlari (ada sebagian burung yang tidak bisa terbang).

Bulu burung

Bulu burung terbuat dari material yang ringan dan fleksibel yang di sebut dengan keratin yang memiliki kekuatan untuk mengangkat dan dengan mudah kembali ke bentuk awalnya. jumlah bulu di tubuh burung di perkirakan 1.000 sampai 25.00 helai.

Pada bagian tengah bulu burung terdapat sebuah tangkai pusat keras berbaling-baling, yang terdiri dari sepasang cabang di kedua ujungnya. Sepasang cabang ini disebut kait. Kait tersebut memiliki panjang dan kekuatan yang berbeda-beda, sehingga memungkinkan burung mengangkasa di udara.

Dari setiap kait terdapat rambut-rambut yang disebut “barbula.” Barbula tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Pada barbula ini terdapat pengait-pengait kecil. Barbula ini saling terkunci karena kait-kait seperti sebuah ritsleting.

Kait-kait ini terkatup bersama seperti dua lajur ritsleting. Barbula-barbula disatukan oleh kait-kait tersebut sedemikian rupa sehingga asap pun tidak dapat melewatinya. Jika kait-kait ini terbuka, burung cukup menggoyangkan tubuhnya atau mengocok bulunya dengan paruh agar bulu-bulu itu kembali seperti keadaan semula.

Agar dapat bertahan hidup, burung harus senantiasa menjaga bulunya tetap bersih, rapi, dan siap digunakan. Untuk merawat bulunya, burung menggunakan kantung minyak yang terletak di dasar ekornya. Mereka mengambil minyaknya dengan paruhnya, kemudian membersihkan dan memoles bulunya. Bagi burung-burung perenang, minyak ini mencegah air agar tidak membasahi kulit ketika kehujanan atau berada di air.

Satu hal lagi, burung-burung dapat mencegah hilangnya panas tubuh dengan menggoyang-goyangkan bulu mereka dalam cuaca dingin. Sementara, saat cuaca panas, burung mempertahankan kesejukan tubuh dengan melicinkan bulu-bulu mereka.

Setiap kelompok bulu pada suatu bagian tubuh tertentu memiliki fungsi-fungsi khusus. Misalnya, bulu di bagian bawah dan bulu yang terletak di sepanjang sayap dan ekor memiliki bentuk yang berbeda. Bulu-bulu ekor yang besar digunakan untuk mengemudi dan mengerem.

Guna mempertahankan kemampuan terbangnya, burung-burung merontokkan bulu mereka beberapa kali setahun. Bulu yang robek cukup besar atau bulu rusak yang tidak berfungsi dengan baik diperbarui dengan cepat.

Paruh dan cakar

Paruh dan cakar burung mempunyai bentuk yang berbeda. Burung tidak memiliki gigi untuk memakan mangsanya sebagai gantinya burung memiliki paruh yang kuat. Bentuk paruh burung di pengaruhi oleh makanan yang akan dimakan oleh burung. Begitupun dengan cakar bentuknya juga tergantung dari kegunaan dan fungsinya.

Tubuh Burung

Tubuh burung memang di rancang untuk memiliki kemampuan terbang. Setiap bagian tubuh burung dengan berat yang minimal memiliki kemampuan terbang yang maksimal. Contohnya rangka burung tersusun dengan jumlah tulang yang paling sedikit diantara hewan lainya. Tulang burung juga ringan bahkan ada yang lebih ringan dari bulunya, keras dan pipih.

Tulang terkuat dan terbesar berada pada tulang dada dan bahu yang berguna sebagai tempat untuk mengepakan sayap burung. Otot burung pun sangat istimewa, karena posisi otot yang kuat diletakan pada bagaina yang berfungsi terbang yaitu otot dada dan otot bahu.

Bagaimana cara burung terbang

Sayap burung berbentuk airfoil, sehingga udara yang mengalir pada bagian atas sayap burung lebih cepat dari pada yang di bawah sehingga tekanan diatas lebih rendah dari tekanan dibawah sayap. Burung terbang dengan cara mengepakan sayapnya. Saat sayap burung di kepakan, udara akan di dorong kebawah. Dorongan kebawah akan menghasilkan gaya yang berlawanan sehingga mengangkat tubuh burung keatas. Untuk mengendalikan gerakan baik menukik, membelok, burung menggunakan ekornya.

Saat bulu sayap terentang luas saat burung terbang, wilayah permukaan meluas dan daya angkat pun meningkat. Ketika burung mengepakkan sayapnya ke bawah, bulu-bulu ini saling mendekat dan mencegah udara melewatinya. Ketika sayap mengangkat ke atas, bulu-bulu itu terbuka lebar dan membiarkan udara melewatinya.

Gaya dorong (trust) untuk menambah kecepatan juga dihasilkan dari mengepakan sayapnya. Gaya dorong juga didapat saat burung mengembangkan kedua sayapnya, karena bulu burung yang berada pada pagian paling ujung sayapnya bisa berfungsi seperti propeler pesawat terbang. Selain itu untuk mengambang di udara burung memanfaatkan pergerakan udara keatas akibat perbedaan temperatur (thermal). Jadi burung dapat menghemat tenaganya dengan hal-hal tersebut.

Untuk mendarat burung mulai memperlambat kepakan sayapnya dan melebarkan sayapnya (mifip flap pada sayap pesawat) sehingga gaya angkat lebih besar, bulu ekor pun dikembangkan yang berfungsi sebagai rem yang memungkinkan burungpun bisa mendarat lebih lembut.


Sumber: Harunyahya, wing.savkid, livescience

0 komentar:

 
© free template by uniQue menu with : CSSplay photo header : pdphoto