wpjGawu9aRgpfO9fHzvWgmM9wYE Berita Iptek: Tsunami

Sabtu, 03 Mei 2008

Tsunami

Masih ingat tidak tsunami yang di picu oleh gempa bumi yang menghantam Banda Aceh pada tanggal 26 Desember 2004 yang menewaskan lebih dari 200.000 ribu orang.

Gambar 1 merupakan kota banda Aceh sebelum tsunami terjadi. Gambar 3 adalah kota Banda Aceh setelah diterjang gelombang Tsunami.

Tsunami merupakan gelombang atau rangkaian gelombang besar dengan ketinggian bisa mencapai 10,5 m yang berasal dari samudra dan bergerak cepat menuju daratan. Gelombang yang berbentuk dinding ini mampu bergerak lebih cepat dari mesin jet.



Tsunami yang terjadi di Aceh berjarak 600 km dari pusat nya dan mencapai pantai dalam waktu 75 menit. Atau dengan kecepatan 480 km/jam. Dapat anda bayangkan berapa daya rusak yang diakibatkan oleh tsunami yang berkecepatan tinggi (bandingkan gambar 1 sebelum tsunami dan gambar 2 sesudah tsunami). Simulasi Tsunami Aceh lihat disini

Penyebab Tsunami


Tsunami biasanya di picu oleh gunung api, longsor didalam lautan, meteor jatuh ke dalam laut, dan gempa bumi dibawah lautan. Gempa bumi merupakan penyebab utama dari tsunami (90%).

Gempa bumi dengan kekuatan lebih dari 6,5 skala richter dengan kedalaman kurang dari 30 km, dan berbentuk patahan dapat memicu terjadinya tsunami.


Jika terjadinya tabrakan dua buah lempeng dibawah lautan (gambar di atas) maka energi dari perbenturan kedua lempng tersebut akan mendorong air laut keatas dan membentuk gelombang. Gelombang besar ini akan terus bergerak sampai energinya habis (membentur daratan).

Sistem Peringatan Dini

Begitu besar dampak yang diakibatkan oleh Tsunami dan gelombang besar ini tidak bisa di cegah. Untuk itu diperlukan antisipasi untuk meminimalkan korban yang diakibatkannya. Sistem peringatan dini Ada dua jenis yaitu sistem peringatan dini tsunami internasional dan sistem peringatan dini tsunami regional.


Gelombang tsunami memiliki kecepatan antara 500 sampai 1.000 km/j (sekitar 0,14 sampai 0,28 kilometer per detik) di perairan terbuka, sedangkan gempa bumi dapat dideteksi dengan segera karena getaran gempa yang memiliki kecepatan sekitar 4 kilometer per detik (14.400 km/j).

Saat Gempa bumi terjadi dibawah lautan, air laut akan terangkat keatas dan menimbulkan gelombang yang besar. Didalam air kecepatan pergerakan air akibat gelombang akan dideteksi oleh detektor tsunami. Data yang didapat ditransmisikan ke satelite. Dari data - data yang diterima via satelit, dalam waktu 15 menit data diolah untuk menentukan bentuk pola dan kekuatan dari tsunami. Data akhir ini yang dikirim kedaerah yang kemungkinan dilalui oleh tsunami sehingga dampak yang ditimbulkan lebih sedikit. (lihat animasi sistem peringatan dini disini)

Sumber : Hompage.mac, Wikipedia, gambar 4, howstuffwork

0 komentar:

 
© free template by uniQue menu with : CSSplay photo header : pdphoto